Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Citra Lembaga yang Kuat, Bawaslu Tanjungpinang Matangkan Strategi Kehumasan

Berbasa basi

Tanjungpinang – Badan Pengawaa Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang kembali melaksanakan kegiatan diskusi mingguan bertajuk BERBASA-BASI (Bersama Bawaslu Bersemangat Bahas Demokrasi) Sesi 7 dengan tema Strategi Kehumasan Efektif di Era Digital, pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di ruang rapat Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas internal yang dikemas secara interaktif melalui diskusi dan pertukaran gagasan antarpegawai. Forum dipandu oleh moderator Robin Simanulang dengan Norima Sitompul sebagai pemantik yang menyampaikan materi terkait transformasi kehumasan di era digital, pemanfaatan media sosial, hingga pentingnya manajemen reputasi lembaga.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Dr. Muhammad Yusuf HM, dalam arahannya menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dalam mendukung tugas pengawasan Pemilu.
“Kehumasan tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi harus mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang cepat, akurat, dan strategis. Setiap pegawai perlu memahami perannya dalam menjaga citra lembaga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Rapida Nuriana, memberikan masukan konstruktif terkait penguatan kualitas konten kehumasan.
“Konten yang kita produksi harus tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami. Pendekatan kreatif menjadi kunci agar pesan pengawasan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Hendri Safutra, menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan informasi publik.
“Kehumasan harus dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Setiap informasi yang disampaikan harus memiliki nilai strategis dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, mulai dari teknik penulisan berita, strategi pengelolaan media sosial, hingga cara menghadapi isu negatif di ruang digital. Hal ini mencerminkan keseriusan peserta dalam meningkatkan kapasitas di bidang kehumasan.

Lebih dari sekadar diskusi, forum BERBASA-BASI ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi seluruh pegawai. Setiap sesi dirancang untuk melatih kemampuan individu dalam berbagai peran, seperti narasumber, moderator, pembawa acara (MC), pembaca doa, hingga operator kegiatan. Dengan demikian, forum ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi pegawai secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tanjungpinang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas internal serta mengembangkan strategi kehumasan yang adaptif, profesional, dan relevan dengan perkembangan era digital.