Bawaslu Kota Tanjungpinang Berpartisipasi dalam Orientasi PPPK Gelombang I yang Digelar Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau
|
Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau secara resmi menutup rangkaian pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang I yang telah berlangsung sejak 15 Juli 2026 hingga Kamis, 24 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Learning Management System (LMS) Bawaslu yang dipadukan dengan sesi pengarahan kepada seluruh peserta.
Orientasi ini diikuti oleh 45 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di lingkungan Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau. Pelaksanaan orientasi merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.
Program orientasi bertujuan memberikan pembekalan kepada peserta mengenai tugas pokok dan fungsi, disiplin ASN, serta pengenalan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan kompetensi awal ASN melalui kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Pemerintah.
Selama masa orientasi, peserta memperoleh berbagai materi komprehensif yang mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan tata kelola kelembagaan, di antaranya pemahaman mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Bawaslu yang mencakup visi, misi, sasaran strategis, serta tata hubungan kerja kelembagaan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen dan disiplin ASN, meliputi regulasi, etika kerja, hak, dan kewajiban sebagai aparatur negara.
Tidak hanya itu, orientasi juga menitikberatkan pada internalisasi Core Values BerAKHLAK sebagai landasan perilaku dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun fasilitasi administrasi di lingkungan Bawaslu. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Dalam rangkaian penutupan kegiatan disampaikan bahwa orientasi ini bukan sekadar pengenalan organisasi, melainkan proses pembentukan karakter aparatur yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu, setiap ASN diharapkan mampu menanamkan integritas yang dimulai dari diri sendiri sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Dengan berakhirnya Orientasi PPPK Gelombang I, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan, Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan serta mendukung terwujudnya pengawasan pemilu yang profesional, berintegritas, dan terpercaya.