Bawaslu Kota Tanjungpinang Gelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi BERNARASI Minggu ke-10 Tahun 2026 Bersama Mahasiswa dan Alumni Perguruan Tinggi
humas | Jumat, Maret 6, 2026 - 19:51
Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang melaksanakan rangkaian Diskusi Konsolidasi Demokrasi melalui Program BERNARASI (Bawaslu Merawat Nalar Demokrasi) Minggu ke-10 Tahun 2026 bersama mahasiswa dan alumni perguruan tinggi pada tanggal 2, 4, dan 5 Maret 2026. Kegiatan ini mengangkat sejumlah isu strategis dalam penguatan demokrasi, meliputi pencegahan politik uang, penguatan pengawasan partisipatif, serta peningkatan integritas dan kualitas penyelenggara pemilu adhoc.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan konsolidasi demokrasi di luar tahapan Pemilu sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Ketua Bawaslu serta selaras dengan Rencana Strategis Bawaslu Tahun 2025–2029 yang menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan pemilu yang berintegritas.
Program BERNARASI merupakan ruang dialog partisipatif yang bertujuan membangun literasi kepemiluan, memperkuat pengawasan partisipatif, serta mendorong keterlibatan masyarakat sipil dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui forum ini, Bawaslu Kota Tanjungpinang membuka ruang diskusi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, guna membahas isu-isu strategis terkait pengawasan pemilu.
bersama Alumni Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI MU) dan Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang. Diskusi ini mengangkat isu politik uang (money politic) dari sudut pandang mahasiswa serta strategi pencegahannya melalui penguatan pengawasan partisipatif.
Dalam forum tersebut disepakati bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara penyelenggara pemilu dan masyarakat sipil menjadi faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah praktik politik uang sejak dini. Mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari masyarakat sipil juga dinilai memiliki posisi strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya politik uang serta mendorong terbentuknya budaya politik yang bersih dan berintegritas.
Diskusi ini juga menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya evaluasi terhadap efektivitas pencegahan politik uang pada pemilu sebelumnya sebagai dasar penyusunan strategi pengawasan yang lebih sistematis pada pemilu mendatang.
Mahasiswa STIE Pembangunan Kota Tanjungpinang di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang. Diskusi ini berfokus pada penguatan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu.
Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa komunikasi yang aktif dan koordinasi yang berkelanjutan antara penyelenggara pemilu dan stakeholder menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengawasan demokrasi yang efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil juga didorong untuk berperan aktif dalam kegiatan pemantauan pemilu, edukasi politik, serta penyebaran informasi kepemiluan kepada masyarakat.
Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap keterlibatan stakeholder pada pemilu sebelumnya guna memperkuat pola kolaborasi dalam pengawasan pemilu di masa mendatang.
Mahasiswa STISIPOL Raja Haji yang dilaksanakan di Kampus STISIPOL Raja Haji. Diskusi ini mengangkat isu proses rekrutmen penyelenggara pemilu adhoc sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggara pemilu di tingkat lokal.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti pentingnya proses rekrutmen yang transparan, akuntabel, dan berbasis pada kompetensi serta integritas agar dapat menghasilkan penyelenggara pemilu yang profesional dan independen. Mahasiswa juga menunjukkan antusiasme untuk terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, baik sebagai penyelenggara pemilu adhoc maupun melalui kegiatan pengawasan partisipatif dan pendidikan pemilih.
Diskusi ini juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung penguatan demokrasi melalui pendidikan politik, kajian akademik, serta peningkatan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa.
Komitmen Memperkuat Kolaborasi Demokrasi
Melalui rangkaian diskusi konsolidasi demokrasi BERNARASI Minggu ke-10 Tahun 2026, Bawaslu Kota Tanjungpinang memperoleh sejumlah hasil strategis, antara lain:
1. Menguatnya peran mahasiswa dan alumni perguruan tinggi sebagai mitra pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas pemilu.
2. Terbangunnya komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara Bawaslu dan masyarakat sipil dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu.
3. Meningkatnya pemahaman generasi muda mengenai pentingnya integritas penyelenggara pemilu serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi di masa non-tahapan merupakan langkah strategis dalam membangun literasi kepemiluan, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sipil, serta mempersiapkan sistem pengawasan pemilu yang lebih profesional, partisipatif, dan berintegritas menuju pemilu mendatang.