Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Tanjungpinang Koordinasi dengan SLB 01, Konsolidasi Data 82 Pemilih Pemula

SLB 01

TANJUNGPINANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang melakukan koordinasi dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang terkait pemutakhiran data pemilih, Senin (10/8/2026).

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Dr. Muhammad Yusuf, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut disambut oleh Kepala SLB Negeri 1 Tanjungpinang, Ishak Iskandar. Dalam kesempatan itu, Yusuf menyampaikan maksud kedatangan pihaknya selain untuk bersilaturahmi, juga bertujuan melakukan konsolidasi data pemilih di lingkungan sekolah.

"Kami datang ke SLB 01 Tanjungpinang ini selain untuk bersilaturahmi, juga bermaksud melakukan konsolidasi data pemilih. Ini penting dilakukan guna memastikan setiap warga negara mendapatkan hak yang sama untuk memberikan suaranya pada Pemilu tahun 2029," ujar Yusuf.

Dari hasil pendataan, diketahui dari sekitar 200-an siswa yang terdaftar di SLB Negeri 1 Tanjungpinang, terdapat 82 siswa yang secara usia telah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula.

Yusuf menjelaskan, data 82 siswa tersebut selanjutnya akan direkomendasikan Bawaslu Kota Tanjungpinang kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang agar dapat dimasukkan sebagai pemilih baru dalam daftar pemilih.

Sementara itu, Ishak Iskandar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang atas kunjungannya ke SLB Negeri 1 Tanjungpinang. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kerja-kerja pengawasan Bawaslu Kota Tanjungpinang, terutama dalam hal pendataan pemilih disabilitas.

"Pemilih disabilitas harus mendapat kesempatan dan hak yang sama dalam memberikan suaranya di pemilu. Oleh karena itu, kami berharap Bawaslu dapat mengawal pemilih disabilitas sampai dengan memperhatikan kemudahan aksesibilitasnya di TPS," ujar Ishak.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Tanjungpinang dalam memastikan hak pilih seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas dan siswa berkebutuhan khusus, tetap terjamin dan tidak ada yang tertinggal dalam pendataan menjelang Pemilu 2029.