Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Minggu ke-17, Bawaslu Kota Tanjungpinang Perkuat Tata Kelola Kelembagaan, Akurasi Data Pemilih, dan Pencegahan Politik Uang

Konsolidasi demokrasi

Tanjungpinang –  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang kembali melaksanakan rangkaian Diskusi Konsolidasi Demokrasi melalui Program BERNARASI (Bawaslu Merawat Nalar Demokrasi) Minggu ke-17 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 20, 21, dan 23 April 2026 bersama kalangan akademisi, pemerintah kelurahan, dan kelompok masyarakat sipil.

*Diskusi Managerial Kelembagaan Pengawas Pemilu bersama Mahasiswa FISIP UMRAH*

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 20 April 2026 melalui diskusi bersama Mahasiswa FISIP UMRAH di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang. Diskusi ini membahas penguatan kelembagaan pengawas pemilu dari perspektif manajerial, meliputi struktur organisasi, fungsi pengawasan, tata kelola kelembagaan yang profesional, serta tantangan pengawasan di tengah dinamika politik lokal. Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen pengawasan partisipatif dan mitra kritis dalam menjaga kualitas demokrasi.

*Diskusi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan bersama Lurah Kampung Baru*

Kegiatan dilanjutkan pada Selasa, 21 April 2026 melalui diskusi bersama Lurah Kampung Baru terkait isu Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Diskusi menyoroti pentingnya koordinasi aktif antara Bawaslu dan pemerintah kelurahan dalam penyampaian perubahan data kependudukan, seperti warga pindah domisili, meninggal dunia, pemilih pemula, maupun perubahan elemen data lainnya. Selain itu, dibahas evaluasi terhadap potensi data ganda, pemilih tidak memenuhi syarat, dan warga yang belum terdaftar sebagai dasar perbaikan data pemilih ke depan.

*Diskusi Pencegahan Politik Uang bersama GMNI Kota Tanjungpinang*

Rangkaian kegiatan ditutup pada Kamis, 23 April 2026 melalui diskusi bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tanjungpinang di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang. Diskusi ini mengangkat isu money politic atau politik uang sebagai salah satu ancaman serius terhadap integritas pemilu. Dalam pembahasan disampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan antara penyelenggara pemilu dan organisasi kemahasiswaan, serta optimalisasi peran mahasiswa dalam edukasi politik, pemantauan, dan pelaporan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu.

*Komitmen Memperkuat Kolaborasi Demokrasi*

Melalui rangkaian Diskusi Konsolidasi Demokrasi BERNARASI Minggu ke-17 Tahun 2026, Bawaslu Kota Tanjungpinang memperoleh sejumlah hasil strategis, antara lain:

1. Meningkatnya pemahaman generasi muda mengenai tata kelola kelembagaan pengawas pemilu dan pentingnya pengawasan partisipatif.

2. Menguatnya sinergi antara Bawaslu dan pemerintah kelurahan dalam menjaga akurasi data pemilih berkelanjutan.

3. Meningkatnya kesadaran stakeholder dan masyarakat sipil dalam mencegah praktik politik uang.

4. Terbangunnya kolaborasi multipihak dalam mendukung pengawasan pemilu yang profesional, partisipatif, dan berintegritas.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan partisipasi publik, dan mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2029 yang lebih transparan, akuntabel, serta bermartabat. Karena demokrasi, anehnya, memang harus terus dirawat agar tidak dirusak orang-orang yang terlalu percaya diri.