Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kota Tanjungpinang Isi Sesi Penutupan Festival MBKM 2026

Anggota bawaslu kota tanjungpinang

Tanjungpinang – Bawaslu Kota Tanjungpinang turut mengisi sesi penutupan kegiatan “Festival MBKM, Job Fair & Edu Fair 2026” yang diselenggarakan di STIE Pembangunan Tanjungpinang pada Rabu, 21 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Hendri Safutra, S.Pd.I., M.M., hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi terkait pengawasan partisipatif dan peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu Tahun 2029.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta kegiatan Festival MBKM. Dalam penyampaian materinya, Hendri menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi sebagai bagian dari penguatan demokrasi partisipatif.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kaum intelektual yang mampu menjadi penggerak pengawasan partisipatif, penyebar informasi yang benar, serta penjaga nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat,” ujar Hendri dalam pemaparannya.

Dalam materi yang disampaikan, Hendri juga menjelaskan mengenai fungsi pengawasan pemilu yang meliputi pencegahan dan penindakan terhadap dugaan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pengawasan pada masa non tahapan, seperti pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan (PDPPB) melalui SIPOL.

Hendri turut memperkenalkan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai salah satu upaya Bawaslu dalam membentuk kader pengawas partisipatif yang memiliki kemampuan konseptual dan teknis dalam mendukung pengawasan Pemilu dan Pemilihan secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam menjaga integritas demokrasi.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai alur penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Pemilu sebagai bagian dari penguatan literasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif di lingkungan akademik. Dalam sesi diskusi, mahasiswa terlihat antusias menyampaikan pertanyaan terkait peran generasi muda dalam pengawasan pemilu, tantangan demokrasi digital, hingga mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran Pemilu.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tanjungpinang berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat menjadi bagian aktif dalam pengawasan partisipatif serta mampu berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas menuju Pemilu Tahun 2029.