Perkuat Pengembangan Diri dan Kesadaran Demokrasi, Bawaslu Kota Tanjungpinang Hadir di Festival MBKM 2026 STIE Pembangunan Tanjungpinang
|
Tanjungpinang –Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang turut berpartisipasi dalam kegiatan “Festival MBKM, Job Fair & Edu Fair 2026” yang diselenggarakan oleh STIE Pembangunan Tanjungpinang pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Belajar Nggak Cuma di Kelas: Saatnya Turun, Berkarya, Berdampak!” tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan generasi muda dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa serta penguatan kesadaran demokrasi.
Kegiatan hari Kedua ini dibuka oleh akademisi STIE Pembangunan Tanjungpinang sekaligus PIC MBKM, Assoc. Prof. Dr. Satriadi, S.AP., M.Sc. Dalam sambutannya, Satriadi menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital, membangun jejaring profesional, serta memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kota Tanjungpinang dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga publik dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda.
“Mahasiswa hari ini harus siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman. Tidak cukup hanya memahami teori di kelas, tetapi juga harus aktif membangun kapasitas diri, jejaring, pengalaman, dan kepedulian terhadap persoalan sosial maupun demokrasi,” ujar Satriadi.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Rapida Nuriana, S.Pd., M.M., hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi terkait personal branding, pemanfaatan LinkedIn sebagai media pengembangan jejaring profesional, mekanisme pemagangan di Bawaslu Kota Tanjungpinang, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif dan pendidikan politik.
Dalam pemaparannya, Rapida menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki personal branding yang positif dan profesional sebagai bagian dari pengembangan kapasitas diri di era digital. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan karakter, kompetensi, pengalaman, dan integritas melalui aktivitas positif di lingkungan sosial maupun media digital.
“Personal branding menjadi penting karena dapat membentuk citra diri, meningkatkan kepercayaan publik, dan membuka peluang pengembangan diri maupun karier di masa depan,” ujar Rapida dalam penyampaian materinya.
Selain itu, Rapida juga menjelaskan pentingnya pemanfaatan LinkedIn sebagai platform jejaring profesional yang dapat digunakan mahasiswa untuk membangun koneksi, memperkenalkan pengalaman organisasi dan kemampuan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Rapida turut memperkenalkan mekanisme program pemagangan di Bawaslu Kota Tanjungpinang melalui kerja sama perguruan tinggi dan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Menurutnya, program pemagangan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tugas dan fungsi pengawasan pemilu serta dinamika kerja kelembagaan.
Tidak hanya membahas pengembangan diri dan dunia profesional, Rapida juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif sebagai bagian dari penguatan demokrasi. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang mampu menjadi penyebar edukasi politik dan penggerak kesadaran demokrasi di lingkungan masyarakat.
“Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui edukasi politik, literasi digital, dan penyebaran informasi yang benar serta bertanggung jawab,” tambah Rapida.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pengembangan diri, peluang pemagangan, pengawasan partisipatif, dan tantangan generasi muda di era digital. Diskusi juga menjadi ruang kolaboratif antara Bawaslu Kota Tanjungpinang dan lingkungan akademik dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tanjungpinang berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang profesional, kritis, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap demokrasi serta mampu berkontribusi aktif dalam mendukung terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas