Perluas Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Tanjungpinang Buka Booth Edukasi di Festival MBKM 2026
|
Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang membuka booth pelayanan dan informasi dalam kegiatan “Festival MBKM, Job Fair & Edu Fair 2026” yang diselenggarakan di STIE Pembangunan Tanjungpinang pada tanggal 20–21 Mei 2026. Kehadiran booth tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Tanjungpinang dalam memperkuat sosialisasi kelembagaan serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengawasan partisipatif dan pendidikan politik.
Booth Bawaslu Kota Tanjungpinang menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan peserta kegiatan untuk mengenal lebih dekat tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlihat antusias mengunjungi booth Bawaslu Kota Tanjungpinang untuk berdiskusi secara langsung terkait pengawasan pemilu, pendidikan politik, literasi digital, hingga peluang keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pengawasan demokrasi.
Bawaslu Kota Tanjungpinang juga memperkenalkan program “Bawaslu Goes to Campus” sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan kelembagaan dengan lingkungan pendidikan dan memperluas partisipasi mahasiswa dalam penguatan demokrasi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa menjadi generasi yang kritis, aktif, dan peduli terhadap proses demokrasi di lingkungan masyarakat.
Selain pengenalan kelembagaan, booth Bawaslu Kota Tanjungpinang turut memberikan informasi terkait mekanisme pemagangan di lingkungan Bawaslu Kota Tanjungpinang melalui skema MBKM maupun kerja sama dengan perguruan tinggi. Informasi tersebut mendapat perhatian dari mahasiswa yang tertarik memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan kelembagaan pengawasan pemilu.
Dalam sosialisasi tersebut, Bawaslu Kota Tanjungpinang juga menyampaikan pentingnya literasi digital dan sikap kritis dalam menyikapi informasi politik di media sosial. Generasi muda diharapkan mampu menggunakan ruang digital secara bijak, tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi, serta mampu menjadi penyebar informasi kepemiluan yang edukatif dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung komunikatif dan interaktif dengan banyaknya mahasiswa yang berdiskusi terkait pengawasan partisipatif, mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, hingga peluang kolaborasi kegiatan pendidikan politik bersama Bawaslu Kota Tanjungpinang.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tanjungpinang berharap partisipasi dalam kegiatan dunia pendidikan dapat menjadi sarana memperluas pengenalan kelembagaan Bawaslu kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara Bawaslu dan lingkungan akademik dalam mendukung demokrasi yang partisipatif, sehat, dan berintegritas.